By: Nikky Sirait

AC Milan sempat memiliki pemain bernomor punggung 22 yang sangat disegani. Ricardo Kaka. Seorang gelandang serang yang komplit. Visinya bagus, mempunyai dribble yang sangat baik dan umpan-umpan yang akurat. Hasilnya, banyak gelar yang direngkuh Kaka bersama AC Milan dalam kurun waktu 2003-2009.

Bisa jadi pria ini Kaka-nya Ulujami FC (tim sepakbola kelurahan di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan). Sang pengatur serangan tim yang disegani kawan maupun lawan. Siapa yang tahu.

Permalink | Leave a comment  »

Day 111: Kaka-nya Ulujami FC

Maybe our stars are unanimously tired.

Permalink | Leave a comment  »

Day 110: Stars

Dari pagi tadi, hingga siang yang terik, saya sibuk keluar dari pasar yang satu ke pasar yang lain, dari toko yang satu ke toko yang lain untuk mencari poster pahlawan nasional ini. Saya tidak ingin melebih-lebihkan. Mulai dari pasar PAL Depok, Pasar Depok, Depok Town Square, ITC Depok dan barel UI saya telusuri, tapi hasilnya nihil. Akhirnya poster pahlawan ini saya dapatkan di stasiun kereta Pasar Minggu.
Kenapa ya poster pahlawan nasioal semakin sulit dicari? Dulu -saat masih sekolah- gampang sekali, dijual hampir di semua toko alat-alat tulis. Mungkin sekarang sudah jarang sekali yang membeli.
Menyedihkan. Pahlawan tampaknya semakin dilupakan.

 

Permalink | Leave a comment  »

Day 109: Poster Pahlawan Nasional

Pernikahan Bernard Bonnik Manoe & Ledy Marintan Simanjuntak. Bandung, 31 Juli 2010.

Akhirnya ada sepupu yang menikah! Ya.. ini merupakan pernikahan pertama generasi kami, generasi anak-anak dari ibu saya dan saudara kandungnya. Mempelai wanita, Ledy Marintan Simanjuntak merupakan anak dari adik perempuan ibu saya.
Acara dimulai dengan pemberkatan pernikahan yang dilakukan di Gereja GPIB Maranatha Bandung. Pemberkatan pernikahan berlangsung sakral dan lancar. Kedua pasangan saling mengucap janji untuk setia dan saling menerima satu sama lain, baik suka maupun duka, untung maupun malang.
Selesai pemberkatan, kedua mempelai, keluarga dan kerabat langsung meluncur ke gedung resepsi (Auditorium Geologi ITB). Saat kedua mempelai berjalan memasuki gedung resepsi menuju pelaminan, terdengar lantunan lagu Bryan Adams - I'll Always Be Right There (saya sudah menebak, Kak Intan sangat suka lagu ini). Sungguh Manis.
Selamat menempuh hidup baru, Kak Intan & Bang Bonnik. Semoga selalu diberkati, menjadi pasangan abadi dalam suka dan duka sampai maut memisahkan, selalu hidup dalam persekutuan dan menjadikan Tuhan Yesus sebagai kepala rumah tangga. Amin.

Buat yang lain (Kak Evi, Bang Deddy, Bang Robby, Bang Agus, Kak Vanny), kapan menyusul? :)

 

Permalink | Leave a comment  »

Day 108: Intan & Bonnik Wedding

Menurut penuturan Tante Wiki, pajangan berbentuk kucing yang terbuat dari porselen atau keramik ini aslinya berasal dari Jepang, dan biasa dipajang di toko, restoran, dan tempat-tempat usaha lainnya.
Kalau di sini (baca: Endonesa), patung kucing keberuntungan ini biasa ditempatkan di depan toko atau rumah milik orang Cina. Patung ini dipercaya dapat membawa keberuntungan, kesuksesan dan menarik pelanggan serta membawa kebahagiaan di rumah. Jika kaki depan (tangan) kanan yang terangkat (ada juga yang naik turun) dipercaya membawa keberuntungan dan uang akan segera datang. Sedangkan bila sebelah kiri, dipercaya dapat menarik pelanggan.
Mengenai efek positif yang dibawa patung kucing ini, kita semua boleh percaya, boleh tidak. Pernah suatu kali, saat natal tahun lalu, kalau tidak salah, ibu saya ditawari sesuatu untuk diberikan sebagai hadiah natal oleh toko langganan beliau. Ibu saya -yang juga menyukai ilmu kuno Cina (terutama Feng Shui)- dengan setengah bercanda meminta patung kucing keberuntungan toko itu. Jawabannya pun dapat ditebak, pemilik toko tersebut menolak dengan halus.
Ternyata patung itu cukup berarti buat pemilik toko itu. Lihat saja, suatu saat patung itu akan jatuh ke tangan ibuku.. huahahahaha! *muka bengis, kemudian tertawa menggelegar*
Lah, kok jadi kaya sinetron??

Permalink | Leave a comment  »

Day 107: Maneki Neko a.k.a Kucing Keberuntungan

Ketika mengantar teman yang sedang sakit (dan akhirnya doi positif demam berdarah, cepat sembuh Amex!), saya sempat melihat-lihat ke ruangan ibu dan anak. Ada pajangan yang di dalam bingkainya terdapat sepasang tangan dan kaki kecil tiruan. Di bawahnya tertera kutipan Agung Laksono (mungkin ini Agung Laksono yang pada periode 2004-2009 lalu menjadi Ketua DPR, dan sekarang menjadi Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat): "Ingatlah, Nak. Jangan pernah merasa menjadi orang penting dalam hidup ini."

Tidak. Untuk saat ini saya belum berkeinginan punya anak.

 

Permalink | Leave a comment  »

Masih cerita soal Dunia Fana tempo hari. Pada hari yang sama, kontestan Indonesia Mencari Bakat juga jalan-jalan di Dufan.
Sebelumnya hanya tiga alasan saya menyalakan televisi: berita, pertandingan sepakbola dan film luar yang bagus (Saya jarang sekali menonton televisi. Tahu sendiri produk televisi kebanyakan seperti apa). Tetapi ada program yang mulai menarik perhatian saya. Indonesia Mencari Bakat (IMB) yang ditayangkan di saluran Milik Kita Bersama. Konsep acaranya bagus: Nusantara. Menampilkan bakat-bakat pilihan dari berbagai daerah di Indonesia.
Saya baru mengikuti acara ini dua minggu yang lalu, gara-gara melihat performance anak kecil ini. JP Millenix. Seorang drummer cilik, cewek lagi. Masih kecil tapi permainannya oke banjet. Skill-nya diatas rata-rata. Di IMB minggu lalu, drum style-nya rock abis. Keren! Permainannya mirip banget dengan Mike Portnoy (Dream Theater) yang diidolakannya. Lars Ulrich (Metallica) juga salah satu inspirasinya.
JP Millenix juga tidak melupakan satu aspek penting lain: menikmati permainan. Sepanjang aksinya, dia kelihatan enjoy dan selalu tersenyum. Benar-benar seorang yang berjiwa entertainer.
Minggu ini posisi JP Millenix masih aman, berarti saya masih bisa melihat aksinya di minggu-minggu berikutnya, sampai babak final, mungkin. Hehee.. Go JP Millenix!!

 

Permalink | Leave a comment  »

Day 105: JP Millenix

Seingat saya, sudah dua tahun saya tidak mengunjungi tempat ini. Kalau tidak salah, waktu itu diajak teman untuk menemaninya dan (mantan) pacarnya yang datang dari Solo. Sudah lama sekali memang!

Dan senin kemarin akhirnya saya bisa kembali ke sini, bersama Nyonya dan beberapa teman. Walaupun hari Senin, pengunjung tempat hiburan ini ramainya sudah seperti akhir pekan saja. Saya tidak heran, hari itu hari terakhir diskon tiket setengah harga, dan banyak orang (oke.. termasuk saya!) ingin memperoleh kesempatan menaiki berbagai wahana pemicu adrenalin ini dengan hanya setengah harga tiket biasa. Yaa.. namanya saja Indonesia. Di mana ada potongan harga, di situ ada kerumunan warga. Hehee..

Sayangnya karena terlalu ramai, kami tidak bisa menaiki semua wahana yang ada di sini. Tapi untungnya semua wahana utama (Kora-Kora, Tornado dan Kicir-Kicir. Halilintar sedang dalam perbaikan) sempat kami naiki. Antrian yang paling panjang? Wahana Tornado. Kami menunggu hingga satu setengah jam!

Hari yang melelahkan. Capek, tapi seru!

 

See and download the full gallery on posterous

Permalink | Leave a comment  »

Day 104: Dunia Fana

Poster berbingkai pemberian kakak saya. Memberi dengan terpaksa, tepatnya. Waktu itu peraturan di kosan kakak saya tidak memperbolehkan menggantung pajangan berupa bingkai poster atau lukisan lebih dari satu, karena itu dengan penuh pertimbangan dan rasa berat hati poster Tazmanian Devil ini dihibahkan kepada saya.
Kakak saya, Vanny (lihat Day 084) dari dulu memang menyukai Tazmanian Devil, tokoh kartun keluaran Looney Tunes ini. Pernak-pernik Tazmanian pernah dikoleksi olehnya, yang sekarang beberapa macamnya telah jatuh ke tangan saya, mulai dari poster, tempat alat tulis dan terakhir selimut. Hehee..

 

Permalink | Leave a comment  »

Day 103: Tazmanian Devil

Postingan saya kali ini imyut banjet! Beberapa hari yang lalu menemani seorang teman ke Harvest, mencari birthday cake untuk pacarnya (selamat ulang tahun yaaa!). Saat sedang menunggu cake ditulis ucapan ulang tahun sesuai pesanan, mata saya tertuju ke sekumpulan boneka anak anjing yang memeluk coklat. Lucu ajah, matanya hitam bulat memelas, berharap sekiranya ada jiwa yang sedang dipenuhi rasa cinta tergerak untuk mengambil boneka ini beserta coklatnya untuk diberikan ke jiwa penuh cinta yang lain sebagai salah satu ungkapan sayang (sentimentil sekali omongan saya kali ini!).
Saya sebenernya mau beli sih, cuma malu ama muka. Hehee..

Permalink | Leave a comment  »

Day 102: Imyut Banjet!